Oknum Keamanan Pondok Bogem Santri Junior, ada apa?

hariprastyo, 26 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:
JOMBANG - Citra pesantren tercoreng kembali akibat ulah oknum keamanan yang diduga melakukan pemukulan terhadap santri berinisial MRH (13), ia saat ini tercatat sebagai siswa SMP di salah satu Ponpes Jombang. 
 
Peristwa tersebut terjadi dini hari kisaran pukul 02.00 WIB dalam sidang kasus pencurian yang dilakukan oleh korban (18/10/2019). 
 
"Cerita bermula dari kasus pencurian yang terjadi di wilayah pondok," terang Hanna salah satu putri pengasuh (26/10/2019). 
 
"Sudah ada 2x sidang sebelumnya, dan kejadian kemarin adalah sidang yang ke-3," lanjutnya.
 
Masih menurut Hanna, "kami akui oknum keamanan tersebut salah. Oleh karena itu, kami sudah memberi sanksi untuk oknum tersebut," ungkapnya.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media indonesiasatu.co.id, sebelum peristiwa pemukulan, ada kasus pencurian yang terjadi di lingkungan pesantren.
 
Akibat dari peristiwa tersebut, pihak keamanan melakukan sidang sampai 2x. Namun, setelah 2x sidang dilaksanakan, masih ada kasus pencurian lagi. 
 
Sehingga pihak keamanan melakukan sidang darurat pada Hari Jumat (11/10/2019) Pukul 02.00 dini hari.
 
Berdasarkan hasil sidang yang ketiga tersebut, terungkap pelaku pencurian. 
 
"Anaknya juga sudah mengaku telah mencuri di kamar, kantin, dan warung sekitar pondok," terang Adib, keluarga pondok. 
 
Saat sidang terakhir itulah oknum keamanan melakukan pemukulan.
"emosi mendengarkan pengakuan MRH, oknum keamanan pondok khilaf dan melakukan pemukulan terhadap MRH," ujar Adib.
 
"Oknum keamanan yang diduga melakukan pemukulan adalah Al (19) dan SM (18)," terang Hanna
 
"Kami tidak membela oknum keamanan pondok, mereka (AI dan SM) sudah dikasih sanksi oleh Ndalem (Pengasuh)," terang Hanna, salah satu putri pengasuh pondok. 
 
"kami memang salah,  dan gak ada pengancaman dari keamanan, kami sendiri yang takut mau cerita2," teman MRH menambahi keterangan. 
 
Selain MRH, ada pelaku lain yang juga menjadi terduga pelaku pencurian, yaitu VS, AA, dan AMM. 
 
Namun, keterangan berbeda diungkap oleh kakak korban, "Kamis malam (Jumat dini hari), adik saya disamperin (didatangi) pelaku ke kamar, bincang-bincang (dialog) dan langsung dipukul," Hakim menjelaskan. 
 
"Adik saya tidak mencuri, karena kepada temannya ia pinjam uang, kepada kantin dan warung sekitar pondok, adik saya mau bayar, tapi tidak ada uang kembaliannya," terang Hakim dengan nada agak tinggi. 
 
Saat ini kasus ditangani Polres Jombang. Menurut Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dari kasus ini. 
 
"Sudah dua orang kami periksa, satu korban dan satu saksi. Kami perlu ada satu saksi lagi yang akan kami periksa, baru (kami panggil) terlapor," terang Azi. (tyo)
 
"Untuk penetapan tersangka, kami masih tunggu hasil visum," pungkasnya. (tyo)
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu